Selasa, 14 Januari 2014

Senyuman Sang Rembulan

Ketika bulan menatapku dengan senyuman
Aku pun berusaha menatapnya dengan senyuman
yang aku tahu bukan bulan selalu tersenyum dan aku yang selalu mencoba tersenyum

Andai Tuhan hadir menampakkan diri
Aku akan berusaha memberikan senyuman terindahku
Aku ingin seperti semua orang yang mempunyai sejuta senyuman
meski dalam hatinya terpendam sejuta kepedihan




Tuhan...
Aku rindu teman meskipun aku tahu ada Engkau yang selalu melihat, mendengarku dari atas sana
Aku rindu suatu pelukan , tangan yang selalu menghapus setiap tetes derai air mata ini
Sekarang aku tahu hanya tanganku sendirilah yang mampu dan harus menghapus air mata
Aku hanya tahu bulan sebagai teman
Yang ku tahu hanya itu
karena bulan selalu berusaha tersenyum dengan ketulusannya untukku
sedangkan aku yang berusaha tersenyum dengan penuh kebohongan


Bulan....
Bintang....
Andai aku tak mampu lagi melihatmu tersenyum untukku
yakinlah bahwa aku pernah berusaha membalas senyummu
Mungkin aku terlalu bodoh tersenyum bahkan berusaha berbicara denganmu
Tapi yang aku tahu...
lebih baik terlihat bodoh daripada aku harus berbicara dengan hati sendiri yang tak pernah ku mengerti maunya.


Ya Tuhan.....
Apa aku harus menjadi orang lain untuk diterima orang lain pula ?
Aku tak ingin seperti itu
Karena aku tak pernah mau menjadi yang mereka inginkan
karena mereka pun tak pernah menjadi yang ku mau
Kemana aku pergi, aku berlari melepas sejuta kepedihan ?
Aku tak mau menjadi pengecut
Tapi, kadang harus menjadi pengecut agar terlihat selalu bahagia

DJ. Nita 14 Januari 14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar